Kebanyakan telepon pintar berbasis Android telah terintegrasi dengan alat GPS (Global Positioning System). Dengan alat GPS ini penentuan lokasi berupa derajat garis lintang (latitude), garis bujur (longitude) ataupun ketinggian dari permukaan laut (altitude) bisa diketahui. Untuk umat Islam, ini sangat membantu untuk keperluan ibadah. Misalnya untuk menentukan arah qiblat dan jadual shalat. Dan salah satu keuntungan menggunakan alat GPS adalah arah qiblat dan jadual shalat yang diberikan bersifat otomatis. Artinya, bergantung pada lokasi/tempat berada, tidak perlu mengatur lokasi secara manual.
Di Android, salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk keperluan penentuan arah qiblat dan jadual shalat otomatis menggunakan GPS adalah Prayer Times with Qibla Compass v1.0.0 yang dibuat oleh Zapine Technologies (http://www.zapine.com). Silakan lakukan pencarian di Android Market dengan kata kunci “prayer times with qibla compass” (tanpa tanda kutip).
Sebenarnya banyak sekali aplikasi yang menawarkan fungsi serupa. Tapi ada beberapa alasan mengapa saya memilih aplikasi ini. Ukuran aplikasi ini cukup kecil, menawarkan fungsi yang fundamental, antarmuka yang sederhana dan tidak membingungkan, menawarkan variasi untuk metode penghitungan sudut seperti: ISNA, Ummur Quro, dll atau pun penghitungan menurut madzab Syafi’i atau Hanbali.
Saat dijalankan, aplikasi ini akan langsung mengecek keberadaan GPS. Jadi pastikan GPS dalam keadaan aktif. Bila GPS tidak aktif, maka akan muncul konfirmasi untuk mengaktifkan GPS. Dan tampilan awalnya adalah jadual shalat menurut lokasi setempat.
Jendela aplikasi ini terdiri dari dua tab, yaitu Prayer Times yang sekaligus merupakan halaman awal serta Qibla Compass. Silakan tuju Qibla Compass untuk melihat arah qiblat di lokasi setempat.
Untuk pengaturan bisa tekan tombol menu, kemudian ketuk menu Settings. Ada tiga hal yang bisa diatur, yaitu Juristic Method (metode penghitungan madzab untuk waktu Ashar), Calculation Method (metode penghitungan sudut matahari untuk waktu Shubuh/Isya) serta Time format (format tanggal apakah ditampilkan dalam 12 jam atau 24 jam).
Penulis sendiri mengatur aplikasi ini menggunakan opsi Shafii untuk Juristic Method.
Untuk Calculation Method penulis menggunakan opsi Islamic Society of North America (ISNA). Mengapa penulis memilih ini? Karena menurut observasi, metode inilah yang lebih tepat untuk waktu Shubuh. Silakan tuju website Qiblati, http://qiblati.com untuk informasi lebih lanjut.
Sedangkan untuk format tanggal, silakan bebas memilih tapi penulis lebih condong menggunakan format 24 jam karena lebih akrab.
Selamat mencoba…! Semoga hari-hari lebih berkah….







Komentar