Mobogoy kon baraguna

Archive for the ‘Jaringan’ Category

Coba Main MikroTik RouterBoard 450G

Kemarin saya dapat mainan baru dari salah satu instansi pemerintah daerah, MikroTik RouterBoard 450G. Rencana untuk dibuatkan fasilitas hotspot internet dengan fitur keanggotaan. Nah, sejak kemarin malam sudah coba-coba mulai dari aturan dasar routing yang sederhana. Berlanjut hingga hari ini, sudah beberapa kali saya melakukan reset configuration baik lewat WinBox atau hard reset. Hehehe….

Akhirnya malam ini saya sudah dapat sedikit pencerahan dan berhasil. Alhamdulillah. Dan tampaknya lima port yang tersedia pada perangkat ini akan saya bagi untuk dua jaringan berbeda, berhubung di instansi tersebut peruntukan internetnya juga untuk dua tujuan berbeda. Ah, semoga saja ketika dicoba besok tidak akan ada masalah berarti lagi.

Otak-atik Router TP-Link dengan FreeRadius

Malam ini saya coba-coba membuat satu server radius menggunakan FreeRadius. Sebagai sistem operasi saya gunakan Debian 7.3.0 berbentuk mesin virtual (virtual machine). Router TP-Link yang saya gunakan adalah 3G/4G Wireless N Router Model No. TL-MR3420. Untuk pemandu instalasi hingga konfigurasi, saya gunakan referensi ini, tapi bukannya menggunakan MariaDB, saya tetap menggunakan MySQL untuk basis data menyimpan data pengguna. Untuk klien, saya gunakan satu smartphone dan satu tablet. Saya ingin mencoba fitur single-session dalam FreeRadius.

Hasilnya? AlhamduliLlah, berhasil dengan baik. Yang paling penting, fitur single-session-nya berjalan lancar. Kemungkinan besok akan saya uji cobakan di salah satu tempat kerjaku.

Google Translate Antara Operator Seluler

Ada yang aneh pada perilaku Google Translate akhir-akhir ini. Yaitu tidak mau melakukan terjemahan otomatis, saat teks yang akan diterjemahkan diubah. Di mana saya harus menekan tombol Translate hingga dua kali agar bisa menampilkan hasil terjemahannya. Bahkan keanehan tersebut semakin bertambah. Hasil terjemahan per frasa dari kalimat yang dimasukkan tidak muncul bila kursor tetikus diarahkan pada frasa tersebut. Padahal itu merupakan fitur yang saya perlukan untuk mengetahui arti alternatif yang mungkin lebih pas dari arti yang ditampilkan pada kali pertama. Saya mencoba menggunakan aplikasi perambah yang lain, tapi hasilknya tetap sama. Menghapus cache pun saya lakukan, tapi tidak berbuah hasil positif. Anehnya, saat saya berganti operator seluler alias beralih ISP, ternyata tidak ada yang salah dengan Google Translate. Semuanya baik-baik saja. Nah, di mana letak kesalahannya? Apakah di operator pertama fasilitas Google Translate diblokir atau dibatasi? Ah, hanya mereka yang tahu.

WordPress, Antara Dua APN

Sudah beberapa waktu ini saya memperhatikan perbedaan antara dua APN (Access Point Name) yang disediakan oleh salah satu operator penyedia layanan internet broadband. Dua APN ini hanya berbeda pada namanya saja, parameter koneksi lainnya sama. Tapi bila saya gunakan untuk melakukan manajemen blog WordPress, keduanya sangat berbeda.

Salah satu APN yang bernama “internet” ketika membuka halaman administrasi WordPress tidak akan berfungsi dengan baik. Ketika masuk dasbor misalnya, grafik statistik tidak akan tampil dengan baik. Juga bila membuka beberapa halaman, maka tampilannya tidak bisa dikatakan rapi dan berfungsi dengan baik. Hal ini berbeda dengan APN lainnya yang memiliki nama sama dengan nama operator selularnya. Bila membuka halaman administrasi WordPress dengan APN ini, semuanya berjalan dengan normal.

Kenapa bisa demikian? Setelah saya perhatikan –walau masih sebatas dugaan– APN yang satu memblok koneksi ke beberapa domain tujuan yang mungkin sub dari domain induk WordPress. Berbeda dengan koneksi dari APN yang satunya lagi yang tidak membatasi koneksi internetnya. Namun setelah saya meneliti lebih jauh lagi, hal ini ternyata tidak disebabkan oleh APN yang digunakan. Tapi lebih ke alamat IP yang diberikan setelah terjadi koneksi. Artinya, ada blok IP yang memang sering diblok dan ada blok IP lain yang koneksinya tidak dibatasi. Tanya kenapa? Saya tidak tahu alasan pemblokiran koneksi tersebut. Sebaiknya, tanyakan langsung pada administrator jaringannya. πŸ™‚

Pasang Modul BW (BandWidth) di Apache2 Ubuntu

Baru kali ini lagi membuat tulisan yang bersifat teknis. Mumpung tadi dipraktikkan, jadi segera saja buat tulisannya. Siapa tahu lagi nanti butuh. Jadi tinggal buka blog. πŸ™‚

Langsung saja pada langkah per langkah. Jalankan terminal.
1) Buat direktori tempat kompilasi, unduh paket modul bandwidth dan uraikan paketnya.
$ mkdir kompilasi
$ cd kompilasi/
$ wget http://ivn.cl/files/source/mod_bw-0.92.tgz
$ tar xzf mod_bw-0.92.tgz

2) Lakukan kompilasi modul dengan perintah berikut.
$ sudo apxs2 -i -a -c mod_bw.c

Bila misalnya muncul keluaran seperti berikut:
sudo: apxs2: command not found
Maka dipastikan paket Apache development headers belum terpasang. Oleh karena itu, jalankan perintah berikut.
$ sudo apt-get install apache2-prefork-dev

Kembali jalankan perintah di langkah dua di atas. Dan bila keluaran yang muncul seperti berikut di akhirnya:

chmod 644 /usr/lib/apache2/modules/mod_bw.so
[preparing module `bw’ in /etc/apache2/mods-available/bw.load]
Enabling module bw.
To activate the new configuration, you need to run:
service apache2 restart

Maka dipastikan mod_bw sudah terpasang dan sudah diaktifkan. Langkah berikutnya tinggal menjalankan ulang layanan Apache2.
$ sudo service apache2 restart

Bila ternyata kompilasi berhasil tapi pesan keluaran tidak seperti di atas. Periksalah di direktori /etc/apache2/mods-available/ apakah sudah ada berkas bw.load. Bila belum ada, maka buatlah berkas tersebut secara manual.
$ sudo nano /etc/apache2/mods-available/bw.load
Isi berkas tersebut dengan baris berikut:
LoadModule bw_module /usr/lib/apache2/modules/mod_bw.so

Simpan berkas. Aktifkan modul bw dan jalankan ulang layanan Apache2.
$ sudo a2enmods bw
$ sudo service apache2 restart

Mudah bukan? Selamat mencoba… πŸ™‚

Catatan: mod_bw berguna untuk membatasi jumlah data yang ditransfer ke klien yang melakukan permintaan data ke server Apache. Silakan baca manualnya di berkas mod_bw.txt yang disertakan dengan paket sumber instalasi.

Windows Release Preview Sebagai Wireless Access Point

Sungguh saya ini seorang yang gagap teknologi. Bagaimana tidak? Baru saat ini saya tahu bahwa Windows 7 bisa dijadikan sebagai titik akses jaringan nirkabel. Loh bukannya sejak dulu bisa? Hmmm…, kalau dalam mode ad-hoc, sejak lama memang sudah bisa. Tapi sebagai wireless AP baru Windows 7 yang bisa. Setidaknya bila dijadikan sebagai titik akses jaringan nirkabel, Windows 7 bisa terkoneksi dengan berbagai perangkat berjalan yang tidak mendukung mode ad-hoc, seperti telepon pintar Android. Lantas, bagaimana caranya? Cukup gampang karena fitur ini sudah tersemat secara otomatis di Windows 7 dan versi-versi di atasnya, termasuk Windows Release Preview yang saya gunakan. Fitur ini disebut Wireless Hosted Network (wlan hostednetwork). πŸ™‚

Persiapan kita hanyalah sebuah command prompt. Ya, jalankan command prompt dengan hak akses Administrator. Kemudian jalankan perintah: netsh. Bila sudah muncul prompt:
netsh>
maka langkah berikutnya adalah konfigurasi titik akses dengan format berikut:
netsh> wlan set hostednetwork mode=allow ssid=nama_ap key=kata_sandi_ap

Silakan sesuaikan nama_ap dan kata_sandi_ap dengan keinginan masing-masing pengguna. Berikutnya adalah konfigurasi bagi-pakai koneksi internet dari Control Panel. Caranya masuk Control Panel | Network and Sharing Center. Akan terlihat beberapa antarmuka jaringan yang tersedia, termasuk yang mengakses internet secara langsung dan titik akses jaringan nirkabel yang baru saja dibuat. Klik Connection pada antarmuka jaringan yang mengakses koneksi internet secara langsung, misalnya dari kabel atau modem. Kemudian masuk ke Properties | Sharing. Beri centang pada Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection. Pada combo-box di bawahnya, pilih antar muka titik akses jaringan nirkabel yang dibuat. OK.

Nah, kembali ke jendela command prompt. Jalankan perintah berikut untuk mengaktifkan titik-akses jaringan nirkabel.
netsh> wlan start hostednetwork

Untuk melihat status titik-akses jaringan nirkabel termasuk berapa perangkat yang terhubung, berikut perintahnya.
netsh> wlan show hostednetwork

Untuk menghentikan layanan.
netsh> wlan stop hostednetwork

Nah, mudah bukan? Sekarang ini tidak masalah lagi bila saya berada di Linux atau Windows. Di Linux saya menggunakan hostap dan di Windows menggunakan wlan hostednetwork.

Uji Coba VOIP Server via Telepon Pintar Android

Salah satu kegunaan mempunyai sebuah telepon pintar adalah sebagai alat uji coba. Dengan kemampuan telepon pintar untuk berhubungan dalam jaringan, saya pun sering menggunakannya untuk uji coba berbagai konfigurasi dalam jaringan. Nah, salah satu yang ingin saya uji coba adalah telepon gratis dalam jaringan (VOIP). Dari dulu saya ingin sekali mencoba membuat server VOIP berbasis Asterisk. Sayangnya, saya memiliki keterbatasan dalam hal peralatan perang. Sebenarnya bisa kalau pinjam laptop teman-teman, tapi saya orangnya gak tegaan kalo harus ganggu teman-teman yang lagi kerja. Alhamdulillah, sekarang punya telepon pintar berbasis Android dan kebetulan juga punya dua buah, satu untuk saya dan satunya untuk istri. Lengkap sudah untuk digunakan sebagai dua buah client. Berikutnya untuk server saya menggunakan Ubuntu 10.04 “Lucid Lynx” LTS yang ditanam sebagai guest di VirtualBox di atas host Kubuntu 11.10 “Oneiric Ocelot”. Antarmuka jaringan untuk guest menggunakan jenis bridge ke antarmuka wireless host. Untuk urusan AP wireless, saya menggunakan hostap yang ditanam di Kubuntu 11.10. Ok, lanjut….

Pertama-tama, saya pastikan seluruh komponen terhubung dengan baik dalam jaringan wireless berbasis hostap tadi. Untuk telepon pintar, yang penting adalah sudah bisa membaca nama AP dan melakukan koneksi. Untuk guest yang bertindak sebagai server, saya memastikan guest mendapatkan alamat IP dari host.

Kedua, instalasi dan konfigurasi Asterisk di guest. Tidak lupa selalu menjalankan ulang (restart) layanan Asterisk bila mengubah konfigurasi.

Ketiga, mencoba dari telepon pintar. Untuk urusan ini saya coba menggunakan dua macam aplikasi softphone, yaitu Linphone dan Zoiper. Keduanya bisa diunduh dari Google Play. Sayangnya, ketika menggunakan Linphone pembicaraan memiliki delay waktu sekitar 1 hingga 3 detik. Untungnya hal tersebut tidak terjadi di Zoiper. Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan aplikasi SIP adalah sukses melakukan registrasi ke server VOIP. Bila tidak berhasil, kemungkinan ada kesalahan di konfigurasi server VOIP atau di konfigurasi aplikasi SIP yang digunakan.

(lebih…)