Mobogoy kon baraguna

Archive for the ‘Linux’ Category

OpenMandriva LX 2014 untuk Acer Milikku

Setelah lama tak menggunakan Ubuntu 12.04 LTS di laptop Acer Aspire 4752G karena beberapa masalah, seperti touchpad yang kurang optimal, modem atau pun terlalu panas, akhirnya saya menggunakan OpenMandriva LX 2014. Hingga saat ini semuanya berjalan dengan baik. Satu-satunya yang perlu saya sesuaikan adalah cara instalasi paket dan mungkin adalah ketersediaan paket. Menggunakan Ubuntu atau varian Debian lainnya, saya sudah sangat terbiasa dengan perintah apt-get. Demikian pula dengan ketersediaan paket yang luar biasa lengkap–walau di antara semuanya banyak juga yang berupa broken package. Di OpenMandriva LX 2014, saya harap semuanya akan baik-baik saja untuk masalah paket. Bila ternyata harus melakukan kompilasi, saya pun berharap kompilasinya akan berjalan dengan baik dan tidak ada banyak masalah.

Jadi, saya ucapkan, Selamat Datang OpenMandriva LX 2014 di Acer Aspire 4752G-ku yang tercinta.

Koneksi Internet, Antara Linux dan Windows

Masalah koneksi ini hanya saya jumpai di wilayah saya, Kotamobagu. Sewaktu saya berkunjung ke Gorontalo, masalah ini tidak muncul. Apa gerangan masalah tersebut? Bila saya berada di Windows kemudian melakukan menghubungkan ke internet menggunakan koneksi internet broadband via salah satu operator selular maka proses koneksi akan terasa lama sekali. Proses mendapatkan alamat IP dan sebagainya berlangsung cepat. Tetapi lalu lintas data baru bisa berjalan sambil menunggu beberapa saat. Biasanya saya akan memperhatikan indikator paket masuk di detail koneksi. Bila paket masuk sudah kontinyu, maka artinya sudah bisa beraktifitas di internet. Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Kadang bisa lebih dari satu menit. Cukup membosankan kalau memang ada yang sedang mendesak dikerjakan.

Di linux sendiri saya tidak mengalami masalah tersebut. Cukup lakukan koneksi dan tidak sampai 10 detik, sudah bisa berselancar di dunia maya. Saya tidak tahu kenapa bisa berbeda seperti itu. Jadi, kalau saya sedang terburu-buru, pilihan saya adalah linux. πŸ™‚

KDE 4.10.1 di Kubuntu 12.04

Sekitar sepekan yang lalu saya mencoba memasang KDE 4.10 di atas Kubuntu 12.04. Setelah membaca dokumentasi yang bertebaran di internet dan rata-rata isinya sama, saya pun memutuskan untuk mencobanya. Sayangnya saya tidak mengikuti petunjuk yang diberikan. Saya hanya melakukan proses pememasangan paket kde-standard. Mengapa? Karena bila saya melakukan petunjuk yang sebenarnya, yaitu: apt-get dist-upgrade, maka sungguh banyak paket yang harus dipasang. Nah, apa yang terjadi kemudian?

Ternyata KDE 4.10 terpasang tapi cacat. Muncul pesan bahwa kwin crash setiap kali masuk pada KDE. KDE tanpa kwin? Sungguh cacat dan sangat tidak nyaman untuk digunakan. Sadar instalasi cacat, saya menggunakan Windows 8 dalam beberapa hari setelah itu. Tapi kangen linux pun membuat saya memutuskan masuk lagi ke desktop cacat tadi. Syukurlah, walaupun cacat saya masih bisa terkoneksi ke internet via modem USB. Terkoneksi ke internet, saya memutuskan memasang XFCE sebagai DE alternatif. Alhamdulillah, berhasil!

Terbiasa dengan KDE yang serba komplit pastinya membuat saya tidak begitu betah dengan XFCE. Akhirnya pada hari ini saya memutuskan untuk memasang ulang KDE dengan cara upgrade lengkap. Pun ini sebenarnya keputusan yang terjadi begitu saja. Sebabnya saya harus memasang aplikasi berbasis Adobe Air dan tidak bisa bila tidak menggunakan Gnome atau KDE. Dan sebenarnya saya sudah memaksakan beberapa kali pun untuk memasang aplikasi tersebut di XFCE, tapi selalu saja gagal. Saya putuskan untuk memasang KDE daripada harus Gnome, walaupun harus upgrade lengkap. Jadilah saya melakukan ugprade lengkap dengan jumlah paket ratusan dan ukurannya yang hampir 1GB. πŸ™‚

Alhamdulillah, KDE 4.10.1 pun terpasang dengan rapi dan aplikasi berbasis Adobe Air tersebut juga sudah bisa digunakan. πŸ™‚

Menonaktifkan Penggunakan Driver NVIDIA di Acer Aspire 4752G

Ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya yang membahas tentang tip menghemat daya di Ubuntu 12.04. Sebelumnya saya perlu informasikan bahwa terjadi sesuatu yang tidak normal ketika saya menggunakan Ubuntu dan kebanyakan linux-box di atas Acer Aspire 4752G selama ini. Gejalanya adalah seperti saya menjalankan aplikasi kelas berat di Windows, seperti CSA Rainbow Table Tool untuk melakukan brute attack pada berkas TS. Gejala yang terdeteksi adalah mirip kerja keras dari GPU ketika melakukan kalkulasi chain. Dan ternyata setelah saya baca beberapa tulisan, memang hal yang sama terjadi di Ubuntu ketika terjadi penggunakan driver yang tidak sesuai untuk GPU. Terutama ketika menggunakan laptop yang memakan GPU jenis Optimus seperti GeForce GT 520M di Acer Aspire 4752G. Sehingga langkah untuk mengatasinya, saya menggunakan langkah-langkah berikut.

$ sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-$(uname -r)
$ sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-x-swat/x-updates
$ sudo usermod -a -G bumblebee $USER

Reboot Ubuntu untuk melihat hasilnya. Perlu diingat karena GPU NVIDIA yang terpasang berjenis Optimus, maka pada penggunaan normal akan menggunakan GPU bawaan laptop, bukan milik NVIDIA. Sehingga untuk menjalankan sebuah aplikasi dengan menggunakan kemampuan GPU NVIDIA, perlu menggunakan utiliti optirun.

Coba bandingkan perbedaan FPS antara penggunaan:
$ glxspheres
dengan
$ optirun glxspheres

Walaupun demikian, bagi yang tidak ingin menggunakan GPU NVIDIA untuk menghemat daya baterai –artinya hanya menggunakan GPU bawaan laptop, maka bisa menghapus driver NVIDIA.

$ sudo apt-get purge nvidia-current

Tentunya bila ingin memasangnya lagi cukup dengan perintah

$ sudo apt-get install bumblebee-nvidia

Selamat mencoba…!

Mengatur Kecerahan Layar Ubuntu 12.04 di Acer Aspire 4752G

Gonta ganti ditribusi sudah saya lakukan hanya untuk mendapatkan lingkungan bekerja di atas linux nyaman dan menyenangkan. Namun semua pencarian tidak berbuah hasil karena panas berlebih yang membuat tangan jadi tidak nyaman berada di atas papan tik. Belum lagi kecerahan layar yang tidak bisa diatur. Akhirnya –mungkin ini akibat bisa juga sebab– menghabiskan energi listrik baterai dengan cepat.Bertualang di berbagai forum mencari solusi yang tepat, berikut ini solusi praktis dan bekerja di atas mesin Acer Aspire 4752 G yang menggunakan prosesor Intel(R) Core TM i3-2330M dan kartu grafis NVIDIA(R) GeForce(R) GT 520M 1GB menggunakan OS Kubuntu 12.04 64bit dengan menggunakan kernel 3.2.0-29-generic.

Pertama saya memasang indicator-cpufreq.
$ sudo apt-get install indicator-cpufreq

Reboot dan aktifkan mode “Powersave” dari indikator yang ada di systray.Mungkin yang lain bisa mencoba menggunakan applet jupiter dan cara kerjanya sama. Namun ini tidak menjamin apa yang diharapkan bakal terwujud. Saya sendiri tidak menemukan apa yang saya inginkan dari trik ini. πŸ™‚

Tip berikutnya adalah dengan mengubah pengaturan grub. Sunting berkas /etc/default/grub. Cari baris:
GRUB_CMDLINE_LINUX=””
dan ubah menjadi
GRUB_CMDLINE_LINUX=”quiet splash acpi_osi=Linux acpi_backlight=vendor”

Update grub.
$ sudo update-grub2

Tip di atas akan mengaktifkan penggunakan hotkey untuk mengubah kecerahan layar. Reboot untuk melihat hasilnya. Sayangnya ini belum menuntaskan masalah kelebihan panas dan energi listrik. Tip tersebut akan saya muat di tulisan berikutnya. πŸ™‚

Bekerja di Lingkungan Linux di Windows 8 Release Preview

Sampai sekarang saya belum mendapatkan distro yang benar-benar mengerti dan berjalan baik di atas laptop Acer Aspire 4752G. Padahal kebutuhan pengembangan saya cukup tinggi. Sangat aneh rasanya bekerja di lingkungan Windows ketika sudah terbiasa bekerja di lingkungan linux, terutama pengguna KDE seperti saya. Melakukan split-view di jendela pengatur berkas saja sudah cukup susah di Windows, padahal itu merupakan hal yang mudah di atas Dolphin, Konqueror atau Nautilus. Belum lagi kebiasaan menggunakan git di atas terminal. Mengatasi keterbatasan tersebut, saya pun memasang lingkungan linux di atas windows. Yang saya sediakan adalah Cygwin dan KDE. Saat menulis ini, saya sedang dalam tahap instalasi KDE on Windows dan setelahnya Cygwin. πŸ™‚

Mencari Distribusi Linux Tercocok

Baru kali ini saya merasa susah memilih distro linux yang pas untuk laptop. Preferensi saya untuk distribusi linux haruslah berbasis KDE dan hemat daya baterai. Sejauh ini saya sudah mencoba Kubuntu 12.04 LTE (termasuk Linux Mint KDE turunan Ubuntu 12.04 LTE) dan openSUSE 12.2 berbasis KDE. Dan nampaknya masih jauh dari ideal. Bahkan kombinasi tombol [Fn+Panah Kiri/Kanan] untuk mengubah kecerahan layar tidak berpengaruh sama sekali. Selain itu terasa putaran harddisk yang begitu besar dan cepat sekali menyebabkan panas di laptop. Hasil akhirnya adalah energi listrik baterai yang cepat habis. Saya masih memiliki kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh laptop yang saya miliki mempunyai dua buah VGA dan saya belum memasang drivernya. Selain itu saya masih akan mencoba beberapa distribusi linux yang saya rasa bisa diandalkan untuk kebutuhan pengembangan. Termasuk pilihan untuk mencoba distro yang menggunakan DE selain KDE, karena kabarnya di Ubuntu yang menggunakan Gnome rekan saya bisa mengubah kecerahan layar dengan kombinasi tombol tadi.