Mobogoy kon baraguna

Archive for the ‘Televisi’ Category

Liga Eropa Musim 2014/2015 di Skynindo HD77, HD99 dan Tanaka T-21 Sky

Liga Eropa Musim 2014/2015 di Skynindo HD77, HD99 dan Tanaka T-21 Sky

Cara Sunting SID, VPID dan APID di HD77 Skynindo

Penerima siaran satelit HD77 Skynindo memang bagus untuk diacak tracking. Tapi sayangnya masih ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukannya. Misalnya untuk siaran yang gambarnya di-encoding dengan format 4:2:2. Masalah lainnya bila digunakan untuk mencari siaran di satelit AsiaSat 5, beberapa kanal siaran tak bisa didapatkan –walaupun kualitas sinyalnya besar– kecuali dengan menggunakan teknik tertentu.

Beberapa siaran yang bakal susah nyantol di HD77 dari satelit AsiaSat 5 antara lain beberapa kanal beIN Sport serta Trace Urban dan Trace Stars and Sports. Nah, untuk menyelesaikan masalahnya berikut caranya.

Untuk kanal Trace Urban dan Trace Stars dan Sports yang berada di frekuensi: 4132, polaritas: H dan SR: 10670. Pertama tambahkan lakukan tambah kanal FTV HD Asia di frekuensi: 3794, polaritas: H dan SR: 4640. Setelah proses penambahan selesai, ganti parameternya jadi seperti berikut, frekuensi: 4132, polaritas: H, SR: 10670. Lalu buka kanal FTV HD Asia. Kemudian ganti PID, VID dan AID-nya. Tekan tombol [Info] kemudian tombol [Mute] lalu masukkan PIN –angka PIN HD77 normalnya adalah “0000” bila belum diganti. Langkah selanjutnya ganti SID: 001, VPID: 2001 dan APID: 3001 jadi SID: 014, VPID: 612 dan APID: 632. Tekan [Exit] dan [OK] untuk menyimpannya. Nanti akan terbuka Trace Stars and Sports. Untuk Trace Urban tambah kembali FTV HD Asia dengan parameter di atas dan lakukan penggantian parameter menjadi SID: 015, VPID: 711 dan APID: 731.

Untuk kanal beIN Sport, pertama-tama tambahkan grup kanal Kanak TV, Arra TV, dan News World di frekuensi: 3921, polaritas: H, dan SR: 3223. Setelah proses penambahan kanal selesai lakukan penyuntingan frekuensi. Ganti parameternya jadi seperti berikut, frekuensi: 3700, polaritas: V, SR: 30000. Kemudian simpan. Jadilah Kanak TV dan kawan-kawan menjadi beIN Sport.

Cosmos: A Space-Time Odyssey, Episode: The Clean Room, Subtitle Indonesia

Episode ketujuh serial Cosmos: A Space-Time Odyssey berjudul The Clean Room akhirnya bisa dibuatkan subtitle bahasa Indonesianya. Bercerita tentang pencarian umur bumi yang sebenarnya dengan metode peluruhan radioaktif, yang berujung pada gejolak sosial tentang dampak timbal terhadap kesehatan dan lingkungan. Teks bahasa Indonesianya bisa diunduh di sini.

Cosmos: A Space-Time Odyssey, Episode: Deeper, Deeper, Deeper, Still, Subtitle Indonesia

Alhamdulillah, subtitle Bahasa Indonesia untuk episode keenam serial Cosmos: A Space-Time Odyssey yang berjudul: Deeper, Deeper, Deeper, Still sudah selesai dialih-bahasakan. Episode kali ini banyak membahas tentang atom serta inti atom dan apa yang bisa dilakukannya. Namun berbeda dengan bahasan atom sebelumnya yang menyinggung tentang kuantum. Silakan unduh berkasnya di sini.

Bukan Sekedar Pelangi

Demikianlah mungkin kalimat singkat yang bisa menggambarkan ringkasan episode “Hiding in the Light” dari serial “Cosmos: A Space-Time Odyssey“. Bukan sekedar pelangi karena ternyata dari sana bisa dapat diketahui unsur penyusun atmosfir suatu bintang beserta gerakannya. Tak hanya sekedar pelangi karena dari sana nampak berbagai pemandangan yang menakjubkan berdasarkan jenis cahaya yang digunakan.

Menarik di simak, karena di awal-awal film ini dikisahkan juga tentang salah satu ilmuwan dari zaman keemasan Islam, Ibnu al-Hazn. Beliau adalah Bapak Optika Moderen dilahirkan di Bashrah, Irak. Kontribusi beliau untuk sains antara lain di bidang optik, astronomi, matematika dan meteorologi. Yang menariknya beliau pun memiliki kontribusi untuk metode ilmiah –seperti yang juga dikisahkan pada film ini. Berbicara tentang ilmuwan yang datang dari tanah Arab, menarik tampaknya untuk mengetahui akidah beliau tentang Islam. Tapi tampaknya akidah beliau tidak terlalu jelas diuraikan –ada yang mengatakan beliau beraliran Asy’ariah, pula ada yang mengatakan Mu’tazilah dan ada pun yang mengatakan Syi’ah. Kutipan menariknya adalah:

I constantly sought knowledge and truth, and it became my belief that for gaining access to the effulgence and closeness to God, there is no better way than that of searching for truth and knowledge.

Cosmos: A Space-Time Odyssey, Episode: Hiding in the Light, Subtitle Indonesia

Alhamdulillah, subtitle episode kelima berjudul “Hiding in the Light” dari serial “Cosmos: A Space-Time Odyssey” sudah rampung dan sudah bisa dinikmati. Silakan unduh berkasnya di sini. Episode kelima ini adalah yang tercepat dalam proses penerjemahannya dari serial ini. Semoga saja selanjutnya akan tetap dirilis dengan cepat.

Merekam Siaran Televisi via Parabola

Masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya, tentang cara merekam siaran televisi, tapi kali ini siaran televisi yang diterima dengan antena parabola. Pada dasarnya dua metode pada tulisan sebelumnya bisa digunakan untuk kasus ini. Tapi sebenarnya, dua metode yang tersebut sebelumnya itu bukanlah yang sering saya gunakan untuk merekam berbagai siaran NGC-HD selama ini.

Untuk merekam siaran NGC-HD selama ini, saya menggunakan satu antena parabola lengkap dengan pesawat penerimanya (receiver). Nah, pesawat penerima ini lah yang menjadi kunci dalam melakukan rekaman. Karena dewasa ini, pesawat penerima siaran satelit biasanya sudah menyertakan fitur untuk merekam siaran ke media penyimpanan melalui port USB. Biasanya receiver siaran satelit yang menyediakan fitur rekaman ini diembel-embeli dengan istilah PVR (Personal Video Recording). Jadi, tinggal putar siaran yang ingin direkam dari receiver tersebut kemudian lakukan perekaman.

Hasil rekaman biasanya dalam format TS (MPEG Transport Stream) walaupun ada beberapa pesawat penerima yang bisa menyimpan dalam format lain. Dari format TS bisa diolah menjadi format apa pun yang diperlukan. Saya sendiri biasanya memilih format MP4.

Perlu saya beri catatan tebal bahwa, proses perekaman yang diuraikan di atas, hanya berlaku untuk siaran yang tidak diacak. Karena siaran yang diacak (scrambled) akan menghasilkan rekaman yang juga diacak sehingga tidak bisa dinikmati alias diputar ulang.