Mobogoy kon baraguna

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Hisn Almuslim, Aplikasi Hishnul Muslim untuk Android

Hisn Almuslim, Aplikasi Hishnul Muslim untuk Android

Tardigrade dan Bertahan Hidup

Ramai kita ketahui bahwa dunia adalah tempat untuk berkompetisi untuk bertahan hidup. Siapa yang bertahan maka akan mampu meneruskan keturunan. Tidak ada yang menyanggah hal ini. Kerajaan hewan adalah salah satu yang menerapkan hal ini dengan nyata.

Di dunia sains, teori evolusi salah satu yang menerapkan konsep ini dalam berbagai penjelasannya. Agar dapat bertahan hidup, evolusi mutlak diperlukan. Ketika zaman es, beruang cokelat digambarkan berubah menjadi beruang putih –sebagai cikal bakal beruang kutub– sehingga bisa bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim.

Bicara tentang lingkungan ekstrim, tersebutlah satu satwa yang benar-benar bisa bertahan di habitat yang ekstra ekstrim. Tardigrade atau disebut juga beruang air (waterbear) atau babi lumut (mosspiglets). Seberapa ekstrim lingkungan atau keadaan yang bisa diadaptasi oleh Tardigrade? Berikut di antara kemampuannya.

  • Tardigrade bisa bertahan hidup beberapa menit pada suhu 151 °C (304 °F) atau dibekukan selama berhari-hari di suhu −200 °C (-328 °F). Beberapa bahkan bisa bertahan hidup di suhu −272 °C (~1 degree above absolute zero or -458 °F) selama beberapa menit.
  • Mereka bisa bertahan pada tekanan rendah ekstrim di ruang hampa dan juga pada tekanan yang sangat tinggi, lebih dari 1.200 kali tekanan atmosfir. Tardigrade dapat bertahan di ruang hampa di ruang angkasa bersama dengan radiasi matahari selama 10 hari. Beberapa bahkan bisa bertahan pada tekanan 6.000 atm, yang artinya sama dengan enam kali tekanan di palung lautan paling dalam, palung Mariana.
  • Satwa ini juga tahan terhadap radiasi, sekitar 1.000 kali tahan lebih dari binatang lainnya, yaitu dosis mematikan rata-rata dari 5.000 Gy (dari sinar gamma) dan 6.200 Gy (dari ion berat) pada hewan yang terhidrasi. Bahkan telurnya pada saat teradiasi masih bisa menetas pada kondisi tertentu.

Tardigrade pertama kali ditemukan tahun 1773 dan tercatat sudah sekitar 1.150 jenis tardigrade yang ditemukan sejak tahun 1778. Walau pun demikian, ia tergolong kelompok hewan purbakala, yang telah ada sekitar 530 juta tahun yang lalu.

530 juta tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kehidupan satwa beruang-air ini. Dengan rentang waktu yang selama itu, mestinya spesies ini sudah banyak mengalami evolusi. Seperti pada episode kedua serial Cosmos: A Space-Time Odyssey yang berbicara tentang kemampuan evolusi. Walau pun kemampuan bertahan hidup tardigrade sangat memuaskan, harusnya masih banyak yang bisa dikembangkan oleh makhluk tingkat rendah ini. Apakah itu mengembangkan sistem penglihatan atau indera lainnya. Atau pun sekedar mengembangkan ukuran tubuhnya.

Nyatanya hingga saat ini, tardigrade tidak banyak berubah, masih seperti dulu. Lalu, apa dan mana suksesor tardigrade selama 530 juta tahun ini? Tentunya selama itu pastinya telah terjadi pengembangan kemampuan yang semakin lebih baik untuk kemampuan bertahan hidup yang semakin lebih baik pula.

Mungkin seperti seekor laba-laba atau velvet worm yang bisa bertahan di suhu air mendidih. Keduanya, berasal dari Arthropoda dan Onychophora yang merupakan kerabat terdekat Tardigrade. Tapi yang kita jumpai adalah hal berbeda. Walaupun ketiganya memiliki kekerabatan dalam pohon taksonomi –yang diperlihatkan dari sisi morfologi yang memang mirip–, tapi dari sisi bertahan hidup ketiganya memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Ngomong-ngomong, Tardigrade hanyalah satu dari sekian banyak makhluk hidup yang diklasifikasikan sebagai Extremophile, yaitu kelompok satwa yang bisa hidup dalam kondisi ekstrim. Masih banyak lagi makhluk hidup lain yang memiliki kemampuan serupa.

Lantas, di mana evolusi dan buktinya untuk masalah ini? Mungkin suatu saat nanti pendukung teori evolusi akan menemukan seekor mutan mamalia bertulang belakang, berkaki delapan atau enam, dengan cakar sekuat beruang, yang mampu bertahan di berbagai kondisi ekstrim, sebagai bukti bahwa tardigrade pun berevolusi.

Podium yang Ramah, Vale!

Ya, itulah yang bisa diungkapkan setelah melihat untuk pertama kalinya Valentino Rossi (VR46) menjuarai seri MotoGP Assen 2013 sejak yang terakhir di Sepang 2010. Sesaat setelah melewati garis finish, Marc Marquez (MM93) datang menyalami VR46. Dan tidak seperti jabatan tangan yang lain, tampak cukup lama. Tampaknya MM93 sangat senang pembalap favoritnya VR46 bisa juara seri kali ini. Dan kesenangan pun berlanjut ke podium. Kali ini pun terlihat bahwa kedua pembalap tadi bersama Cal Crutchlow (CC35) begitu akrab dan hangat di podium. Dan sangat terlihat MM93 bahkan menyiram habis VR46 “sampai tetes terakhir”. Oh, sangat suka melihat podium kali ini yang jauh dari kekakuan dan ketegangan.

35crutchlow,46rossi,93marquez_s5d5282_original