Mobogoy kon baraguna

Archive for the ‘Windows’ Category

Mengaktifkan Kembali Wi-Fi yang Mati

Ini kisah tentang layanan Wi-Fi Windows 8 di laptop Acer punyaku yang entah kenapa tiba-tiba tidak bisa diaktifkan. Kondisinya yang stuck pada kondisi off membuat saya cukup pusing. Untungnya karena koneksi internet yang tersedia bisa menggunakan kabel atau kadang-kadang saya menggunakan modem 3G, maka bagi saya ini bukan masalah serius.

Tapi malam ini saya mencoba mencari tahu cara menyelesaikan masalah ini. Kebetulan malam ini juga saya ‘mengobati’ salah satu laptop Axioo yang memiliki masalah serupa. Hanya dengan mengunduh dan memasang driver perangkat WLAN yang sesuai, WLAN-nya kembali aktif.

Sayangnya, menggunakan metode yang sama untuk Acer Aspire punyaku ternyata tak menyelesaikan masalah. Berbekal beberapa informasi yang saya peroleh, ternyata selain memasang driver WLAN, saya perlu melakukan pembaruan pada BIOS. Dan saya pun mencoba solusi tersebut. Namun lagi-lagi tak berhasil, padahal sudah sekitar dua kali BIOS saya perbaharui. Kembali saya periksa semua informasi tentang masalah serupa. Tapi ke mana pun dan di mana pun masalah tersebut dibahas, semuanya menawarkan solusi yang sama.

Saya mengamati lagi dengan seksama segala berkas unduhan yang tersedia dari situs resmi Acer. Mulai dari laman unduhan berkas BIOS. Dari empat berkas pembaruan BIOS yang tersedia di sana, saya mencoba menggunakan yang paling atas, yang sesuai deskripsinya hanya untuk BIOS saja dan saya rasa paling aman untuk digunakan. Dan ternyata, ada berkas BIOS yang juga di dalamnya disertakan pembaruan untuk Bluetooth, 3G dan Wi-Fi. Dan, alhamduliLlah, dengan menggunakan berkas yang ini masalah pun teratasi. Akhirnya, Wi-Fi pun kembali lagi.

Update Windows Memang Menyebalkan

Punya Windows dengan lisensi resmi memang enak. Apalagi bila ditambah dengan aplikasi sekelas Ms. Office Professional atau Visual Studio Ultimate yang keduanya juga asli. Tak terbayang gembiranya. Itulah yang saya rasakan ketika mendapatkan ketiganya tapi secara gratis tapi tetap legal. Sayangnya, saat instalasi pertama kalinya saya cuma menyediakan kapasitas media penyimpanan yang kecil untuk Windows dan berbagai aplikasinya.

Dan baru saat ini saya merasakan masalahnya –yang sebenarnya itu sudah saya rasakan hanya dalam hitunggan beberapa pekan sejak instalasi. Dan masalah itu adalah update Windows dan berbagai programnya.

Ketersediaan update Windows dan aplikasinya setidaknya menunjukkan keaslian. Tapi update bukanlah hal yang benar-benar menyenangkan di Windows. Ukurannya benar-benar besar bila tersedia dalam waktu yang bersamaan mulai dari OS hingga aplikasinya.

Hingga saat ini tidak ada lagi ruang kosong tersisa gara-gara update Windows dan programnya. Berbagai link saya buat sekedar memindahkan berbagai berkas ke tempat lain, tapi tampaknya hal itu tak benar-benar cukup untuk memberikan ruang kosong yang cukup.

Agh, padahal begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan Windows.

Ah, Unduhan Gagal

Kemarin saya mulai proses unduhan untuk berkas instalasi Windows 8.1. Sayangnya, proses unduhan gagal dilanjutkan tadi pagi. Terus terang saya cukup bingung. Apalagi ini baru pertama kalinya proses unduhan gagal. Proses unduhan sendiri menggunakan aplikasi download manager bawaan internet explorer khusus untuk mengunduh dari halaman Microsoft Subscriber Download. Terpaksa saya harus mengulangi proses unduhan mulai dari awal, padahal sudah ada sekitar 2,6 GB yang terunduh sebelumnya. Atau mungkin saya harus menunda proses unduhan, toh belum lagi datang saatnya saya untuk memasangnya karena belum ada mesin yang tersedia. πŸ™‚

Menunggu Windows 8.1 Terpasang

Sementara saya menulis ini, sementara pula saya mengunduh berkas instalasi Windows 8.1 yang berformat ISO. Ukurannya tidak tanggung-tanggung sebesar 3,63 GB. Untuk keperluan ini saya gunakan koneksi tengah malam dari Telkomsel. Setidaknya sekitar Rp 20.000,- sudah bisa mencukupi. πŸ™‚

Sayangnya walaupun berkas instalasi sudah lengkap terunduh nanti, saya belum bisa langsung mencicipinya. Persoalannya cukup klasik, karena tidak tersedia ruang kosong berlebih di harddisk. Dan tampaknya saya harus mencobanya di mesin baru alias beli PC atau notebook baru. Untuk pilihan upgrade dari Windows 8 yang sedang digunakan sekarang ini saya tidak yakin. Terutama bila harus memasang lagi aplikasi yang sudah terpasang dengan baik sebelumnya satu per satu setelah proses upgrade selesai.

Hemat Bersama Produk Microsoft

Tampaknya sistem operasi Windows berikut aplikasi-aplikasi Microsoft bukanlah pilihan tepat untuk orang yang ingin berhemat. Saya termasuk pengguna Windows 8, Microsoft Office Professional 2010/2013 serta Microsoft Visual Studio Ultimate 2010/2012. Semuanya saya dapatkan gratis setelah menjadi member Bizpark tanpa mengeluarkan biaya sepeser apapun. Hemat bukan?

Tapi coba hitung pengeluaran untuk koneksi internet. Ukuran berkas ISO Windows 8 sebesar 3,33 GB. Microsoft Office Professional Plus 2010 sebesar 718 MB dan versi 2013 sebesar 769 MB. Microsoft Visual Studio Ultimate 2010 berukuran 2,27 GB dan untuk versi 2012 sekitar 1,48 GB. Hemat?

Dan hingga sekarang –setelah semua aplikasi terpasang jaya– saya harus menghadapi pembaruan untuk setiap aplikasi. Ukurannya bervariasi dan rata-rata berukuran ratusan MB. Masih hemat?

Jadi, kalau masih ingin berhemat dengan produk-produk Microsoft maka caranya cukup mudah: “Jangan hubungkan ke internet.” πŸ™‚

Belajar C#

Banyak cara untuk mengisi waktu luang. Di tengah-tengah kesibukan bersama keluarga kecil, waktu luang yang tersisa walau hanya sedikit cukuplah untuk belajar bahasa pemrograman yang baru. Setelah sekian lama berkutat dengan pemrograman web, saya mengalihkan sedikit perhatian untuk pengembangan aplikasi desktop. Kali ini belajar C# via Microsoft Visual Studio 2010 Ultimate (padahal sudah terpasang pula Microsoft Visual Studio Ultimate 2012).

Oh iya, dengan C# saya bermaksud mengembangkan aplikasi yang berhubungan dengan webservice. Sehingga tampaknya aplikasi desktop hanya berfungsi sebagai pelengkap aplikasi web saja alias bukan yang utama. Apakah artinya saya tidak ada maksud mengembangkan aplikasi desktop yang lebih serius dan kompleks? Saya belum tahu untuk masa-masa mendatang. Setidaknya saya berusaha mengembangkan kemampuan di bidang ini. Bila ada peluang ke arah sana, tidak ada salahnya diteruskan. Bila tidak, yang sekarang sudah cukup memadai.

Bagaimana dengan bahasa pemrograman yang lain? Apakah tertarik untuk mempelajari pula? Insya Allah bila ada waktu dan kesempatan serta kekuatan yang diberikan Allah untuk belajar, maka itu pasti. Pilih yang lebih rumit atau yang lebih sederhana? Tampaknya pilih yang lebih sederhana dan lebih powerfull.

Ayo belajar… πŸ™‚

Koneksi Internet, Antara Linux dan Windows

Masalah koneksi ini hanya saya jumpai di wilayah saya, Kotamobagu. Sewaktu saya berkunjung ke Gorontalo, masalah ini tidak muncul. Apa gerangan masalah tersebut? Bila saya berada di Windows kemudian melakukan menghubungkan ke internet menggunakan koneksi internet broadband via salah satu operator selular maka proses koneksi akan terasa lama sekali. Proses mendapatkan alamat IP dan sebagainya berlangsung cepat. Tetapi lalu lintas data baru bisa berjalan sambil menunggu beberapa saat. Biasanya saya akan memperhatikan indikator paket masuk di detail koneksi. Bila paket masuk sudah kontinyu, maka artinya sudah bisa beraktifitas di internet. Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Kadang bisa lebih dari satu menit. Cukup membosankan kalau memang ada yang sedang mendesak dikerjakan.

Di linux sendiri saya tidak mengalami masalah tersebut. Cukup lakukan koneksi dan tidak sampai 10 detik, sudah bisa berselancar di dunia maya. Saya tidak tahu kenapa bisa berbeda seperti itu. Jadi, kalau saya sedang terburu-buru, pilihan saya adalah linux. πŸ™‚

Bekerja di Lingkungan Linux di Windows 8 Release Preview

Sampai sekarang saya belum mendapatkan distro yang benar-benar mengerti dan berjalan baik di atas laptop Acer Aspire 4752G. Padahal kebutuhan pengembangan saya cukup tinggi. Sangat aneh rasanya bekerja di lingkungan Windows ketika sudah terbiasa bekerja di lingkungan linux, terutama pengguna KDE seperti saya. Melakukan split-view di jendela pengatur berkas saja sudah cukup susah di Windows, padahal itu merupakan hal yang mudah di atas Dolphin, Konqueror atau Nautilus. Belum lagi kebiasaan menggunakan git di atas terminal. Mengatasi keterbatasan tersebut, saya pun memasang lingkungan linux di atas windows. Yang saya sediakan adalah Cygwin dan KDE. Saat menulis ini, saya sedang dalam tahap instalasi KDE on Windows dan setelahnya Cygwin. πŸ™‚

Aktifitas yang Terlupakan

Banyak sekali aktifitas yang saya alami beberapa pekan ini. Sayang sekali semuanya tidak terekam bagus dalam blog. Beberapa yang paling banyak saya lakukan adalah meramaikan grup facebook yang saya buat sendiri. Grup bertema belajar brute kanal siaran yang diacak (scrambled) ini cukup banyak menarik peminat. Kebanyakan peminatnya adalah yang memang berkeinginan belajar ada juga yang hanya menyimak. Beberapa pula merupakan master-master bruter dari beberapa forum web/grup fb.

Selain aktifitas itu, saya pun sedang mengerjakan pembuatan web berbasis Drupal 7 dengan menggunakan Fusion dan Fusion Accelerator. Beberapa modul sudah berjalan baik, tapi kebanyakan belum.

Ada aktifitas belajar Adobe Air juga tapi baru sebatas melihat-lihat. Yang sementara ditekuni sekarang adalah C# dengan mencoba mengitegrasikan dengan SLiMS melalui REST. Semoga saja ada manfaatnya. πŸ™‚

Menikmati Windows 8 Release Preview

Sudah hampir beberapa bulan ini saya mencoba Windows 8 Release Preview, walaupun belum cukup sebulan saya fokus menggunakannya karena sampai sekarang laptop saya masih mengalami kendala teknis di tabel partisi untuk dipasangi linux. Menggunakan versi 64bit di atas Intel(R) Core TM i3-2330M, 4 GB DDR3, NVidia(R) GeForce(R) GT 520M serta 500 GB HDD, tidak ada masalah yang berarti. Tidak butuh pasang driver, kecuali untuk GPU karena saya butuh teknologi CUDA dari NVidia.

Apa yang saya nikmati dari sistem operasi ini? Harus saya akui untuk memuat OS hingga tampilan masuk cukup cepat. Namun beberapa waktu ini saya mendapati masalah ketika akan mematikan sistem. Sudah sering saya harus mematikan paksa dari tombol power, walau mesin sudah dalam keadaan mati dan aman untuk dimatikan paksa. Mungkin ACPI dari Windows 8 RP yang tidak berfungsi atau karena kemarin mengalami “cedera” karena pernah dimatikan paksa sehingga saya harus mengganti HDD. Entahlah…

Untuk kasus klasik di Windows, saya juga sudah cukup sering mendapatkan layar biru. Tidak mengenakkan memang. Jadi, bila memang ada pembaca yang tetap ingin menggunakan Windows, blue screen merupakan hal yang wajar di Windows. Maka, nikmatilah dengan senang hati. πŸ™‚

Hal lain apa yang saya senangi dari OS besutan Microsoft ini? Ada fitur Picture Password yang memungkinkan kita masuk sistem dengan menggunakan verifikasi lewat gambar. Mirip-mirip unlock pattern di Android tapi beda. Anda dibolehkan memilih tiga aksi di atas gambar, yang masing-masing bisa berupa ketukan, membuat garis atau membuat lingkaran. Silakan tentukan di bagian mana pada gambar satu hingga tiga aksi itu tiga kali dilakukan. So, ini akan benar-benar membuat pengalaman berkomputer menjadi unik. Terutama bila menggunakan tablet.

Selain itu, ada Windows Store (atau apalah namanya itu) yang memungkinkan untuk menambahkan aplikasi. Saya senang menggunakan beberapa permainan gratis yang tersedia. Beberapa di antaranya benar-benar untuk mengasah otak. Sangat menyenangkan. Kekurangannya? Masih kalah banyak dari yang tersedia untuk Android.

Beberapa fitur lain yang saya nikmati sudah saya tuliskan di tulisan-tulisan sebelumnya: hotspot via wlan hosted network, command prompt di windows explorer serta mount/burn image file.

Bagaimana dengan virus? Sejauh ini saya baru sekali menggunakan UFD dari luar yang bervirus menurut pemiliknya. Tapi tampaknya aman-aman saja. Untuk virus dari internet sampai sekarang saya belum merasakannya walau pun saya sangat sering terkoneksi ke internet.

Tapi kelihatannya saya masih akan tetap memprioritaskan linux untuk kegiatan produktif –ketika linux sudah berhasil dipasang, walaupun hampir semua hal bisa dilaksanakan baik di Windows atau di linux. Mungkin karena selera dan sudah terbiasa dengan lingkungan linux –dan memang ada beberapa yang tidak bisa saya tinggalkan.

Pengalaman menggunakan Windows 8 Release Preview ini menjadikan saya memiliki satu keinginan –bukan kebutuhan– untuk memiliki satu tablet Windows 8 untuk kegiatan produktif. Siapa tahu juga tablet Windows 8 ini bisa dipasangi linux, hehehe…. Untuk penggunaan di laptop saya berharap dari Microsoft memiliki kebijaksanaan untuk memberikan harga murah bagi yang telah menggunakan Windows 8 RP, sebagaimana bagi mereka yang telah membeli lisensi Windows 7. Saya berniat membeli lisensi Windows 8 untuk semua pengalaman yang saya rasakan di Windows 8 RP ini, tentunya dengan sedikit diskon. πŸ™‚

Bagaimana dengan Anda?