Mobogoy kon baraguna

Pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2014 kali ini bisa dikatakan salah satu medan perjuangan untuk para anti Islam “fasis”. Saya tidak berkata dengan tanpa alasan, geliat mereka sudah sangat terang-terangan sekarang ini, termasuk di berbagai media sosial. Tapi, apa lagi maksud “fasis” di sini?

Beberapa waktu lalu, beredar tautan tentang salah satu tujuan Prabowo bila nanti terpilih menjadi RI-1 adalah menertibkan geliat gerakan Syi’ah dan Ahmadiyah di Indonesia. Sebagai seorang muslim, yang mengerti bagaimana harkat dan martabat Islam, saya sangat menghargai tekad tersebut. Sayangnya, tindakan ini kemudian dianggap terlalu fasis. Ya, tindakan ini sama fasisnya dengan Nazi yang dahulu membantai etnis Yahudi di Jerman. Nah, karena itulah kata “fasis” tersebut kemudian dilekatkan.

Satu yang saya masih belum mengerti, apakah istilah Islam “fasis” ini ditujukan hanya untuk kubu pendukung Prabowo atau untuk setiap muslim yang membenci Syi’ah dan Ahmadiyah. Bila seandainya opsi pertama maksud mereka, maka yang perlu diperhatikan bahwa kubu Prabowo tidak hanya didukung oleh kaum Muslimin, tapi juga oleh pihak non-muslim. Tapi seandainya opsi kedua yang mereka maksudkan, maka telah nyata dan jelas bahwa umat Islam memang memiliki musuh yang sudah nyata saat ini tapi sayangnya kebanyakan umat Islam belum sadar.

Bagi saya, pilpres RI 2014 yang akan bergulir beberapa bulan lagi, akan menjadi salah satu titik tolak umat Islam. Apalagi kubu Syi’ah yang berjumlah sekitar 3 juta jiwa sudah terang-terangan akan memenangkan kubu Jokowi-JK (http://nasional.inilah.com/read/detail/2105301/jokowi-jk-didukung-syiah-internasional). Bila pun pihak yang menolak Syi’ah dan Ahmadiyah dikatakan sebagai Islam “fasis”, saya sendiri tak mengapa, meskipun saya sendiri akan termasuk pada Islam “fasis” tersebut.

Status Anti Islam "Fasis"

Status Anti Islam “Fasis”

Status Anti Islam "Fasis"

Status Anti Islam “Fasis”

Hari ini secara resmi saya meluncurkan satu situs baru yang mengkhususkan untuk tema seputar balapan. Menggunakan Drupal, saya kemudian akan mencoba membuat situs ini setidaknya akan lebih populer dari pada blog milik saya ini. Semoga saja Drupal yang saya gunakan tidak akan banyak memakan resource.

Masih banyak yang perlu saya siapkan untuk situs baru ini. Mulai dari fitur hasil lomba, klasemen dan lain sebagainya. Tema yang saya gunakan masih tema yang belum termodifikasi dengan baik. Belum lagi soal logo. Setidaknya situs ini sudah responsive untuk bisa ditampilkan di perangkat seperti telepon pintar. Mohon tanggapan juga dari para pembaca. Oh iya, alamatnya adalah Balapan.Web.Id.

Jelas bahwa mukjizat adalah segala keajian atau peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Dalam syari’at Islam, jelas yang memiliki mukjizat hanyalah para Nabi dan Rasul Allah yang datangnya mukjizat pun hanya dengan izin Allah Ta’ala, bukan karena kehendak para Nabi dan Rasul tersebut. Ada pun sains, sebagaimana yang tertera dalam KBBI, merupakan pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dsb. Singkat kata, sains adalah yang sesuai sebagaimana mestinya dan mukjizat adalah yang belum tentu sebagaimana mestinya.

Benda jatuh dengan percepatan gravitasi 10 m/s2 atau cahaya bergerak dalam laju 300 km/jam adalah hal yang biasa. Itulah sains dan bisa dibuktikan secara eksperimental. Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha dan menuju ke Sidratul Muntaha adalah salah satu peristiwa yang berada di luar yang biasanya. Itu dalam mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dialami beliau tapi bukan karena kehendak beliau tapi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Peristiwa Isra’ Mi’raj bisa dibuktikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat terjadinya–sebagaimana beberapa riwayat dalam hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa memberitahukan tentang kafilah yang dilewatinya saat melakukan Isra’–, namun tidak bisa dibuktikan saat ini karena beliau sudah tidak ada. Sehingga yang kita lakukan saat ini hanya bisa mengimaninya. Sampai titik ini, karena sains dan mukjizat memiliki dua pengertian yang berbeda, maka membandingkan keduanya merupakan hal yang tidak sepadan. Maka perdebatan untuk memperseterukan antara keduanya tidak adil lagi.

Baiklah, bagaimana bila beberapa pihak memaksakan bahwa sains harus bisa mengintervensi wilayah kekuasaan Tuhan dalam mukjizat-Nya? Maka ketika membandingkan kelajuan pergerakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Isra’ Mi’raj dengan menggunakan laju gerak cahaya berupa 300 km/jam maka akan didapatkan bahwa ternyata Sidratul Muntaha hanya berjarak sekitar 12.960.000 km dari Bumi, yaitu daerah terluar Sistem Tata Surya Matahari kita, yang bahkan tidak sampai pada daerah terluar galaksi Bimasakti, apalagi daerah terluar jagad raya. Beberapa pihak memberikan prediksi atau bahkan sampai pada tingkat yakin, bahwa suatu saat nanti sains akan bisa menggeser keimanan. Seperti pada kasus ini bila saat ini peristiwa Isra’ Mi’raj hanya dikritisi dan yang paling parah diolok-olok, maka seiring waktu mungkin saja mukjizat ini juga akan ditolak untuk diyakini. Mungkin saja itu hanya kekhawatiran saja.

Coba pikirkan. Bahwa ketika jagad raya terbentuk, yang bermula dari satu titik kecil yang lebih kecil dari atom, yang tiba-tiba meledak membesar seukuran galaksi bimasakti saat itu, semua terjadi hanya dalam satu per sekian detik. Dan dalam sains, yang kemudian itu disebut Teori Big Bang, hal itu termasuk fakta yang biasa. Kekuatan atau gaya dorong yang menyebabkan pemuaian jagad raya begitu hebat. Tapi anehnya setelah diukur, untuk melakukan dorongan sehebat itu hanya dibutuhkan nilai yang sangat kecil dan bahkan nyaris nol yakni sekitar E-122. Maka bayangkanlah hebatnya kekuatan yang disebut energi gelap ini. Subhanallah.

Nah, ternyata tafsir tentang gerak atau penyebab gerakan yang paling laju dalam semesta menurut sains, tidak berhenti pada laju gerak cahaya setelah ditemukannya energi gelap dengan kekuatan dorongannya yang sangat hebat. Maka bila demikian, maka apakah peristiwa Isra’ Mi’raj masih layak untuk dikritisi, yang bahkan tanpa penemuan energi gelap pun, sudah tidak layak dibandingkan karena perbedaan definisi antara sains dan mukjizat?

Bagi orang yang beriman, mereka yakin, sehebat apa pun pengetahuan yang manusia miliki, itu masih jauh dari apa yang diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Tindakan mengkritisi, mengolok-olok atau menolak peristiwa luar biasa dari-Nya hanya karena kedangkalan pengetahuan kita bukanlah hal yang pantas dipuji atau dikagumi, bahkan suatu tindakan yang tidak bijaksana dan layak untuk dicemooh.

Kemarin saya dapat mainan baru dari salah satu instansi pemerintah daerah, MikroTik RouterBoard 450G. Rencana untuk dibuatkan fasilitas hotspot internet dengan fitur keanggotaan. Nah, sejak kemarin malam sudah coba-coba mulai dari aturan dasar routing yang sederhana. Berlanjut hingga hari ini, sudah beberapa kali saya melakukan reset configuration baik lewat WinBox atau hard reset. Hehehe….

Akhirnya malam ini saya sudah dapat sedikit pencerahan dan berhasil. Alhamdulillah. Dan tampaknya lima port yang tersedia pada perangkat ini akan saya bagi untuk dua jaringan berbeda, berhubung di instansi tersebut peruntukan internetnya juga untuk dua tujuan berbeda. Ah, semoga saja ketika dicoba besok tidak akan ada masalah berarti lagi.

Apa ada harpitnas (hari kejepit nasional) yang ideal? Pastinya ada dong. Ini berlaku untuk mereka yang menerapkan lima hari kerja, mulai dari Senin hingga Jum’at. Dan biasanya yang disebut harpitnas bila satu hari aktif diapit oleh satu hari libur, sehingga satu hari aktif tersebut dijadikan hari cuti bersama. Contohnya bila hari Kamis libur dan Jum’at aktif, maka hari Jum’at dijadikan hari cuti bersama. Demikian pula bila hari Senin aktif tapi hari Selasa libur, maka hari Senin dijadikan hari cuti bersama. Sudah paham cara kerjanya kan?

Tapi coba ambil kejadian di pekan ini, Senin 26 Mei sampai Jum’at 30 Mei 2014. Selasa, 27 Mei 2014 ada hari libur. Kemudian hari Kamis, 29 Mei 2014 juga hari libur. Jadi, bila konsep di atas dijalankan, mestinya hari Senin, 26 Mei dijadikan cuti bersama, demikian pula dengan Jum’at, 30 Mei. Sehingga Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at positif libur. Tersisa hari Rabu, 28 Mei. Dan karena hari tersebut diapit berbagai hari libur, maka jadinya pasti diliburkan dong. Nah, akhirnya mulai dari Senin hingga Jum’at akhirnya diliburkan, ditambah Sabtu dan Ahad yang memang merupakan hari libur. Bagaimana? Ideal dan menyenangkan bukan?

Selamat berlibur…!

Ini kisah tentang layanan Wi-Fi Windows 8 di laptop Acer punyaku yang entah kenapa tiba-tiba tidak bisa diaktifkan. Kondisinya yang stuck pada kondisi off membuat saya cukup pusing. Untungnya karena koneksi internet yang tersedia bisa menggunakan kabel atau kadang-kadang saya menggunakan modem 3G, maka bagi saya ini bukan masalah serius.

Tapi malam ini saya mencoba mencari tahu cara menyelesaikan masalah ini. Kebetulan malam ini juga saya ‘mengobati’ salah satu laptop Axioo yang memiliki masalah serupa. Hanya dengan mengunduh dan memasang driver perangkat WLAN yang sesuai, WLAN-nya kembali aktif.

Sayangnya, menggunakan metode yang sama untuk Acer Aspire punyaku ternyata tak menyelesaikan masalah. Berbekal beberapa informasi yang saya peroleh, ternyata selain memasang driver WLAN, saya perlu melakukan pembaruan pada BIOS. Dan saya pun mencoba solusi tersebut. Namun lagi-lagi tak berhasil, padahal sudah sekitar dua kali BIOS saya perbaharui. Kembali saya periksa semua informasi tentang masalah serupa. Tapi ke mana pun dan di mana pun masalah tersebut dibahas, semuanya menawarkan solusi yang sama.

Saya mengamati lagi dengan seksama segala berkas unduhan yang tersedia dari situs resmi Acer. Mulai dari laman unduhan berkas BIOS. Dari empat berkas pembaruan BIOS yang tersedia di sana, saya mencoba menggunakan yang paling atas, yang sesuai deskripsinya hanya untuk BIOS saja dan saya rasa paling aman untuk digunakan. Dan ternyata, ada berkas BIOS yang juga di dalamnya disertakan pembaruan untuk Bluetooth, 3G dan Wi-Fi. Dan, alhamduliLlah, dengan menggunakan berkas yang ini masalah pun teratasi. Akhirnya, Wi-Fi pun kembali lagi.

Ide yang Hilang

Entah kenapa, begitu banyak ide yang terdapat dalam benak, namun seketika itu pula ide tersebut hilang bila sudah menghadap layar laptop. Biasanya ide itu muncul ketika sedang berada di perjalanan, menjelang tidur, makan dan sedikit banyak juga ketika sedang shalat–astaghfirullah yang ini harus sering dihindari.

Apa saja faktor yang bisa membuat ide tersebut hilang dari kepala? Ada banyak. Tetapi juga yang cukup penting adalah maksiat kepada Allah Ta’ala. Bagaimana dulu para ulama dengan sedikit maksiat saja, yang mungkin hanya berupa pandangan sekilas yang tak disengaja, akan mengakibatkan hafalan mereka pudar, berkurang atau hilang. Dan sekecil apa pun itu, itu termasuk musibah yang ditakuti karena berkaitan dengan agama. Kehilangan ide keduniaan tak sebanding besarnya dengan musibah kehilangan hafalan.