Mobogoy kon baraguna

Kemarin saya dapat mainan baru dari salah satu instansi pemerintah daerah, MikroTik RouterBoard 450G. Rencana untuk dibuatkan fasilitas hotspot internet dengan fitur keanggotaan. Nah, sejak kemarin malam sudah coba-coba mulai dari aturan dasar routing yang sederhana. Berlanjut hingga hari ini, sudah beberapa kali saya melakukan reset configuration baik lewat WinBox atau hard reset. Hehehe….

Akhirnya malam ini saya sudah dapat sedikit pencerahan dan berhasil. Alhamdulillah. Dan tampaknya lima port yang tersedia pada perangkat ini akan saya bagi untuk dua jaringan berbeda, berhubung di instansi tersebut peruntukan internetnya juga untuk dua tujuan berbeda. Ah, semoga saja ketika dicoba besok tidak akan ada masalah berarti lagi.

Apa ada harpitnas (hari kejepit nasional) yang ideal? Pastinya ada dong. Ini berlaku untuk mereka yang menerapkan lima hari kerja, mulai dari Senin hingga Jum’at. Dan biasanya yang disebut harpitnas bila satu hari aktif diapit oleh satu hari libur, sehingga satu hari aktif tersebut dijadikan hari cuti bersama. Contohnya bila hari Kamis libur dan Jum’at aktif, maka hari Jum’at dijadikan hari cuti bersama. Demikian pula bila hari Senin aktif tapi hari Selasa libur, maka hari Senin dijadikan hari cuti bersama. Sudah paham cara kerjanya kan?

Tapi coba ambil kejadian di pekan ini, Senin 26 Mei sampai Jum’at 30 Mei 2014. Selasa, 27 Mei 2014 ada hari libur. Kemudian hari Kamis, 29 Mei 2014 juga hari libur. Jadi, bila konsep di atas dijalankan, mestinya hari Senin, 26 Mei dijadikan cuti bersama, demikian pula dengan Jum’at, 30 Mei. Sehingga Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at positif libur. Tersisa hari Rabu, 28 Mei. Dan karena hari tersebut diapit berbagai hari libur, maka jadinya pasti diliburkan dong. Nah, akhirnya mulai dari Senin hingga Jum’at akhirnya diliburkan, ditambah Sabtu dan Ahad yang memang merupakan hari libur. Bagaimana? Ideal dan menyenangkan bukan?

Selamat berlibur…!

Ini kisah tentang layanan Wi-Fi Windows 8 di laptop Acer punyaku yang entah kenapa tiba-tiba tidak bisa diaktifkan. Kondisinya yang stuck pada kondisi off membuat saya cukup pusing. Untungnya karena koneksi internet yang tersedia bisa menggunakan kabel atau kadang-kadang saya menggunakan modem 3G, maka bagi saya ini bukan masalah serius.

Tapi malam ini saya mencoba mencari tahu cara menyelesaikan masalah ini. Kebetulan malam ini juga saya ‘mengobati’ salah satu laptop Axioo yang memiliki masalah serupa. Hanya dengan mengunduh dan memasang driver perangkat WLAN yang sesuai, WLAN-nya kembali aktif.

Sayangnya, menggunakan metode yang sama untuk Acer Aspire punyaku ternyata tak menyelesaikan masalah. Berbekal beberapa informasi yang saya peroleh, ternyata selain memasang driver WLAN, saya perlu melakukan pembaruan pada BIOS. Dan saya pun mencoba solusi tersebut. Namun lagi-lagi tak berhasil, padahal sudah sekitar dua kali BIOS saya perbaharui. Kembali saya periksa semua informasi tentang masalah serupa. Tapi ke mana pun dan di mana pun masalah tersebut dibahas, semuanya menawarkan solusi yang sama.

Saya mengamati lagi dengan seksama segala berkas unduhan yang tersedia dari situs resmi Acer. Mulai dari laman unduhan berkas BIOS. Dari empat berkas pembaruan BIOS yang tersedia di sana, saya mencoba menggunakan yang paling atas, yang sesuai deskripsinya hanya untuk BIOS saja dan saya rasa paling aman untuk digunakan. Dan ternyata, ada berkas BIOS yang juga di dalamnya disertakan pembaruan untuk Bluetooth, 3G dan Wi-Fi. Dan, alhamduliLlah, dengan menggunakan berkas yang ini masalah pun teratasi. Akhirnya, Wi-Fi pun kembali lagi.

Ide yang Hilang

Entah kenapa, begitu banyak ide yang terdapat dalam benak, namun seketika itu pula ide tersebut hilang bila sudah menghadap layar laptop. Biasanya ide itu muncul ketika sedang berada di perjalanan, menjelang tidur, makan dan sedikit banyak juga ketika sedang shalat–astaghfirullah yang ini harus sering dihindari.

Apa saja faktor yang bisa membuat ide tersebut hilang dari kepala? Ada banyak. Tetapi juga yang cukup penting adalah maksiat kepada Allah Ta’ala. Bagaimana dulu para ulama dengan sedikit maksiat saja, yang mungkin hanya berupa pandangan sekilas yang tak disengaja, akan mengakibatkan hafalan mereka pudar, berkurang atau hilang. Dan sekecil apa pun itu, itu termasuk musibah yang ditakuti karena berkaitan dengan agama. Kehilangan ide keduniaan tak sebanding besarnya dengan musibah kehilangan hafalan.

Lima tahun yang lalu, saya menulis sebuah tulisan di blog saya yang lama tentang Jusuf Kalla (JK) dan alasan kenapa dia harus mengambil keputusan menjadi calon presiden (capres) saat itu. Ketika tulisan itu ditulis, JK belum lagi mendaftarkan diri sebagai capres. Setelah beberapa hari–mungkin juga dalam hitungan pekan–barulah JK mendeklarasikan diri sebagai capres dengan Wiranto sebagai pasangan cawapresnya. Tulisan itu ditulis sebagai dukungan saya agar beliau maju sebagai capres dan tidak perlu risau dengan keputusan tersebut–saat itu Partai Golkar termasuk ragu-ragu dalam mendukung JK sebagai capres.

Walau akhirnya kalah karena SBY-Boediono terpilih sebagai RI 1 dan 2 dalam satu putara pemilihan presiden (pilpres), saya salut dan bangga dengan keputusan JK saat itu. Meski sebagian besar menyatakan keputusan JK ketika itu bukan termasuk berani tapi nekat. Dan terbukti, tidak terpilihnya JK sebagai presiden, oleh banyak orang cukup disesali terutama karena kinerja SBY di periode keduanya sebagai kepala negara dinilai tak cukup baik seperti periode pertamanya.

Nah, bagaimana dengan kondisi sekarang ini, Ketika JK kemudian menjadi cawapres dari Joko Widodo? Berbalik dengan kondisi lima tahun lalu, saya mengatakan kecewa dengan keputusan ini. Sebagai orang Sulawesi, keputusan mengambil posisi cawapres kali ini, termasuk menghinakan harga diri bagi saya. Keputusan seorang Abu Rizal Bakrie (ARB)–seorang yang cukup tidak saya sukai karena beberapa kasus perusahaannya– yang merelakan posisi capres dan hanya menjadi pendukung Prabowo-Hatta, dalam hal ini masih lebih saya sukai.

Pada pilpres lima tahun lalu, beliau berpisah dari SBY dan menobatkan dirinya menjadi capres, walau berbagai opini dan survei sangat tidak mendukungnya. Dan ketika itu juga, SBY terbilang masih mengharapkan beliau mau berdampingan lagi sebagai wapres untuk melanjutkan pembangunan di periode kedua. Dan saya menganggap penolakan tawaran itu sebagai bentuk interpretasi membela harga diri.

Dan sekarang? Beliau mengambil lagi posisi tawar yang lebih rendah itu. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau, saya cukup tidak suka kali ini. Bagi saya, mengambil tawaran SBY untuk wapres untuk periode kedua masih lebih logis. Terlepas kemudian setelah itu, mau melanjutkan dengan mendeklarasikan sebagai capres pada pilpres tahun ini atau tidak. Atau, tak usahlah menjadi cawapres untuk Jokowi saat ini, cukup dengan mendukungnya saja saya masih akan tetap mendukung keputusan beliau. Dan bila saya tidak keliru, belum ada capres pada pilpres sebelumnya “turun tahta” menjadi cawapres pada pilpres berikutnya, kecuali JK dan Wiranto. Mohon dikoreksi bila saya keliru.

Meskipun demikian, maksud tulisan ini bukanlah untuk mengatakan beliau tak memiliki harga diri. Beliau pastilah memiliki alasan tersendiri. Ini hanyalah pandangan pribadi saya tentang satu keputusannya pada pilpres tahun ini. Beliau adalah orang yang hebat –saya termasuk yang memberikan “jempol” untuk fanpage beliau di fb– dengan berbagai tindakan hebat. Dan saya memohon maaf dengan sangat kepada beliau bila ternyata hal yang saya ungkapkan ini menyinggung perasaan beliau.

Dalam Islam, merupakan dosa besar ketika seseorang menggambar atau membentuk rupa suatu makhluk bernyawa. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiaLlahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya kurang lebih,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan tiada seseorang yang lebih dzalim dari pada orang yang bermaksud menciptakan ciptaan seperti ciptaan-Ku. (Oleh karena itu) Maka cobalah mereka menciptakan seekor semut kecil, atau sebutir biji-bijian, atau sebutir biji gandum.”

Diriwayatkan pula dari Aisyah radhiaLlahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,
“Manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang membuat penyerupaan dengan makhluk Allah.”

Juga riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiaLlahu ‘anhu, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,
“Setiap mushawwir (perupa) berada di dalam neraka, dan setiap rupaka yang dibuatnya diberi nafas untuk menyiksa dirinya dalam neraka Jahannam.”

Juga riwayat berikut yang masih dari Ibnu ‘Abbas,
“Barangsiapa yang membuat rupaka di dunia, maka kelak (pada hari kiamat) ia akan dibebani untuk meniupkan ruh ke dalam rupaka yang dibuatnya, namun ia tidak bisa meniupkannya.”

Ibnu ‘Abbas berkata, “Jika tidak ada jalan lain kecuali engkau harus menggambar maka gambarlah pepohonan dan sesuatu yang tidak bernyawa.”

Sebuah riwayat dalam Musnad Ahmad, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiaLlahu ‘anhu, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jibril ‘alaihis salam telah datang kepadaku dan berkata, ‘Tadi malam aku telah datang kepadamu dan tidak ada yang menghalangiku untuk masuk rumah yang kamu berada di dalamnya kecuali karena di dalamnya terdapat patung seorang laki-laki dan juga terdapat tirai yang bergambar patung, oleh karena itu perintahkanlah untuk memotong kepala patung tersebut hingga seperti bentuk pohon dan perintahkan pula untuk memotong tirai yang bergambar patung untuk dijadikan bantal yang diduduki, serta perintahkanlah untuk mengeluarkan anjing’.” Maka Rasulullah melakukannya, lalu tiba-tiba anjing milik Hasan dan Husain radhiaLlahu ‘anhuma berlari di bawah meja keduanya, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, “Dan Jibril masih memberi nasehat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga sehingga aku menyangka atau mengira bahwa dia mendapatkan hak waris.”

Juga riwayat dalam Sunan Tirmidzi, masih dari Abu Hurairah radhiaLlahu ‘anhu, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jibril datang kepadaku, kemudian dia berkata, ‘Sesungguhnya tadi malam aku datang kepadamu, dan tidak ada yang menghalangiku masuk menemuimu dalam rumah yang kamu tempati, kecuali karena pada pintu rumah ada gambar seorang lelaki, dan di dalam rumah ada tabir tipis yang bergambar dan ada anjingnya, perintahkan agar kepala gambar-gambar yang ada di pintu dipotong dan jadikan seperti bentuk pohon, perintahkan agar tabir itu dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang di hamparkan dan di jadikan tempat sandaran serta perintahkan agar anjing itu dikeluarkan dari rumah’.” Lalu Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wasallam melakukannya, anjing itu adalah anak anjing yang di jadikan mainan untuk Hasan dan Husain, kemudian Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya anjing tersebut di keluarkan.

Beberapa hal yang dikandung dari berbagai riwayat di atas, sebagaimana yang diungkapkan dalam Kitab Tauhid, oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi, yaitu: (1) Ancaman berat bagi para perupa makhluk yang bernyawa; (2) Hal itu disebabkan karena tidak berlaku sopan santun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firmanNya, “Dan tiada seseorang yang lebih zhalim dari pada orang yang menciptakan seperti ciptaan-Ku”; (3) Firman Allah, “Maka cobalah mereka ciptakan seekor semut kecil, atau sebutir biji-bijian, atau sebutir biji gandum,” menunjukkan kekuasaan Allah, dan kelemahan manusia; (4) Ditegaskan dalam hadits bahwa para perupa adalah manusia yang paling pedih siksanya; (5) Allah akan membuat ruh untuk setiap rupaka yang dibuat guna menyiksa perupa tersebut dalam neraka Jahannam; (6) Perupa akan dibebani untuk meniupkan ruh ke dalam rupaka yang dibuatnya; (7) Perintah untuk memusnahkan rupaka apabila menjumpainya.

Selain itu, dibolehkan untuk menggambar sesuatu dengan kriteria gambar tersebut berupa pepohonan atau makhluk yang tidak bernyawa. Kita semua sudah tahu mengenai apa yang dimaksud dengan pohon atau tumbuhan. Nah, bagaimana dengan definisi makhluk bernyawa? Bila diambil kesimpulan dari beberapa riwayat di atas, maka pepohonan atau tumbuhan termasuk makhluk hidup tapi tidak memiliki nyawa. Penguatnya adalah kita tidak dibolehkan menggambar makhluk bernyawa tapi menggambar pepohonan atau tumbuhan dibolehkan.

Selanjutnya makhluk hidup yang memiliki nyawa adalah makhluk hidup yang memiliki organ yang disebut kepala. Bila kepala tersebut dipotong, maka makhluk hidup tersebut akan nampak seperti pohon atau berarti nyawanya akan hilang atau mati. Penguatnya adalah perintah untuk menghilangkan kepala setiap rupaka makhluk bernyawa, sehingga ia akan nampak seperti pohon. Sebagaimana yang kita ketahui, pohon tidak memiliki kepala. Dan pada beberapa jenis tumbuhan, bahkan bila dipotong dua kemudian ditanam terpisah, maka ada kemungkinan keduanya akan hidup.

Dengan demikian, dalam klasifikasi benda-benda di jagad raya, bisa dibedakan menjadi dua kategori besar. Benda mati dan benda hidup (makhluk hidup). Makhluk hidup terbagi dalam dua atau tiga bagian besar, yaitu: tumbuhan dan hewan dan manusia–yang oleh beberapa pihak termasuk dalam kategori hewan. Selain itu, makhluk hidup ada yang memiliki nyawa dan ada yang tidak memiliki nyawa. Dunia tumbuhan termasuk dalam makhluk hidup tidak bernyawa. Sedangkan kerajaan hewan, sebagian besar termasuk dalam kategori makhluk hidup bernyawa. Kecuali mereka yang memenuhi kriteria berikut: (1) tidak memiliki kepala–yaitu organ tubuh yang pada manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra; (2) memiliki organ yang disebut kepala, tapi bila kepala tersebut dipotong alias diputuskan dari tubuhnya, makhluk hidup tersebut tidak akan mati alias terus hidup.

Beberapa riwayat hadits di atas, selain memaparkan tentang ketauhidan dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, juga ternyata sedikit memaparkan tentang rahasia sains. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Insya Allah tulisan ini masih bersambung dan akan dilanjutkan.

Setelah lama tak menggunakan Ubuntu 12.04 LTS di laptop Acer Aspire 4752G karena beberapa masalah, seperti touchpad yang kurang optimal, modem atau pun terlalu panas, akhirnya saya menggunakan OpenMandriva LX 2014. Hingga saat ini semuanya berjalan dengan baik. Satu-satunya yang perlu saya sesuaikan adalah cara instalasi paket dan mungkin adalah ketersediaan paket. Menggunakan Ubuntu atau varian Debian lainnya, saya sudah sangat terbiasa dengan perintah apt-get. Demikian pula dengan ketersediaan paket yang luar biasa lengkap–walau di antara semuanya banyak juga yang berupa broken package. Di OpenMandriva LX 2014, saya harap semuanya akan baik-baik saja untuk masalah paket. Bila ternyata harus melakukan kompilasi, saya pun berharap kompilasinya akan berjalan dengan baik dan tidak ada banyak masalah.

Jadi, saya ucapkan, Selamat Datang OpenMandriva LX 2014 di Acer Aspire 4752G-ku yang tercinta.

Punya Windows dengan lisensi resmi memang enak. Apalagi bila ditambah dengan aplikasi sekelas Ms. Office Professional atau Visual Studio Ultimate yang keduanya juga asli. Tak terbayang gembiranya. Itulah yang saya rasakan ketika mendapatkan ketiganya tapi secara gratis tapi tetap legal. Sayangnya, saat instalasi pertama kalinya saya cuma menyediakan kapasitas media penyimpanan yang kecil untuk Windows dan berbagai aplikasinya.

Dan baru saat ini saya merasakan masalahnya –yang sebenarnya itu sudah saya rasakan hanya dalam hitunggan beberapa pekan sejak instalasi. Dan masalah itu adalah update Windows dan berbagai programnya.

Ketersediaan update Windows dan aplikasinya setidaknya menunjukkan keaslian. Tapi update bukanlah hal yang benar-benar menyenangkan di Windows. Ukurannya benar-benar besar bila tersedia dalam waktu yang bersamaan mulai dari OS hingga aplikasinya.

Hingga saat ini tidak ada lagi ruang kosong tersisa gara-gara update Windows dan programnya. Berbagai link saya buat sekedar memindahkan berbagai berkas ke tempat lain, tapi tampaknya hal itu tak benar-benar cukup untuk memberikan ruang kosong yang cukup.

Agh, padahal begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan Windows.

Malam ini saya coba-coba membuat satu server radius menggunakan FreeRadius. Sebagai sistem operasi saya gunakan Debian 7.3.0 berbentuk mesin virtual (virtual machine). Router TP-Link yang saya gunakan adalah 3G/4G Wireless N Router Model No. TL-MR3420. Untuk pemandu instalasi hingga konfigurasi, saya gunakan referensi ini, tapi bukannya menggunakan MariaDB, saya tetap menggunakan MySQL untuk basis data menyimpan data pengguna. Untuk klien, saya gunakan satu smartphone dan satu tablet. Saya ingin mencoba fitur single-session dalam FreeRadius.

Hasilnya? AlhamduliLlah, berhasil dengan baik. Yang paling penting, fitur single-session-nya berjalan lancar. Kemungkinan besok akan saya uji cobakan di salah satu tempat kerjaku.

Sudah begitu banyak password atau kata sandi yang sudah saya miliki saat ini. Saking banyaknya, saya akan susah mengingat satu-per-satu dan bahkan terkadang harus melakukan kegiatan pengaturan ulang kata sandi agar bisa masuk ke suatu web atau aplikasi. Terutama yang paling sering saya lupa adalah kata sandi yang memang jarang digunakan.

Bila hal ini terjadi terus, nampaknya saya akan butuh aplikasi penyimpanan kata sandi. Mungkin juga cukup dengan melakukan proses sederhana berupa enkripsi pada sebuah berkas teks yang menampung berbagai kata sandi yang saya gunakan. Bila saya harus memilih konsep pertama, berarti saya harus mencari aplikasi yang bisa dijalankan secara portabel dan cross-platform. Dan bila saya harus memilih cara kedua, yang saya perlukan adalah mencari utilitas enkripsi dan dekripsi yang juga cross-platform. Kenapa harus cross-platform? Ya, walaupun saya saat ini sudah sangat jarang menggunakan linux, hal itu bukan berarti tak kan menggunakan linux lagi.