Mobogoy kon baraguna

Posts tagged ‘sepakbola’

Liga Eropa Musim 2014/2015 di Skynindo HD77, HD99 dan Tanaka T-21 Sky

Liga Eropa Musim 2014/2015 di Skynindo HD77, HD99 dan Tanaka T-21 Sky

Mencari Kode BISS

BISS (Basic Interoperable Scrambling System) merupakan salah satu metode acakan siaran yang digunakan oleh beberapa stasiun televisi swasta nasional. Mengapa harus diacak? Mungkin karena masalah lisensi dan perjanjian dengan pihak penyedia siaran –yang biasanya merupakan siaran olahraga seperti sepakbola.

Dan beberapa lama ini saya seperti terbius untuk mencoba membuka acakan BISS ini. Tentu saja dengan menggunakan brute force attack pada berkas rekaman siaran yang diacak. Sayangnya, untuk membuka acakan BISS perlu cukup waktu yang banyak. Berhari-hari? Ya! Bahkan bertahun-tahun pun bisa. Hehehe…, padahal siaran yang diacak hanya berlaku dalam beberapa jam –minimal dua jam lah untuk permainan sepakbola.

Nah, untuk itu diperlukan peralatan tempur yang baik atau teknik tempur yang baik. Untuk saat ini, peralatan tempur yang paling bagus adalah CSA Rainbow Table Tool. Memanfaatkan teknologi CUDA yang disematkan pada GPU buatan NVidia, piranti lunak ini sangat ampuh untuk membuka acakan BISS. Sayangnya, perlu tabel (berkas RBT) yang lumayan besar (mulai dari 40 GB sampai tak terbatas) untuk bisa mengefektifkan aplikasi ini. Membuat berkas RBT itu sendiri sebenarnya cukup mudah. Pertama membuat berkas rantai (chains dalam ekstensi RBC) yang berukuran sekitar 700MB. Kemudian dari rantai itu dibuat tabelnya. Bisa dihitung sendiri berapa berkas rantai yang perlu dibuat. Dan untuk membuat satu berkas RBC, hanya butuh waktu sekitar 50 jam berdasarkan keterangan salah seorang pengguna GPU NVidia GeForce GTX 500Ti. Kalau spesifikasi GPU Nvidia Cuda dirasa lebih dibawahnya, jangan coba-coba deh. Seperti GeForce GT 520M milik saya, dalam sejam tidak sampai satu persen dalam membuat berkas rantai. 😀

Untuk membuat berkas tabel yang paling mudah adalah mengunduh berkas rantai yang tersedia di internet. Sayangnya, sudah banyak tautan yang mati. Karena itu, sampai saat ini saya baru bisa mendapatkan sekitar 18GB berkas tabel. Sudah cukup? Yang pasti jauh dari cukup. Sudah beberapa kali saya coba dan hasilnya: CW not found! Dan disarankan untuk menggunakan berkas RBT yang lebih besar lagi. Fiuh…!

Anda berminat mencobanya?

Antara Artikel dan Komentar Media Daring

Yang pasti keduanya berhubungan. Ada komentar bila ada artikel, demikian sebaliknya. Dan tentu saja hal ini tidak berlaku bagi tulisan yang ditutup atau tidak menyediakan kolom komentar.

Lantas, topik-topik apa yang biasanya paling dicari dan digemari komentator di media daring Indonesia? Sebenarnya hampir semua kabar berita menjadi lahapan para pengunjung web. Dan hampir pasti semua isu yang hangat mengundang para komentator untuk bercuap-cuap. Jadi ada semacam formula untuk memancing komentator menulis. Tuliskan isu yang hangat di media daring dan silakan panen komentar.

Tapi tidak ada kepastian bahwa komentar dari suatu artikel sama menarik dan hangatnya seperti isu yang ditulis dalam sebuah artikel. Hanya beberapa topik yang bisa membuat komentar saling sahut menyahut, saling merangkai seperti rantai sehingga mata pun akan terpesona melihat jumlah dan isi komentar bukan hanya pada isi tulisan utama. Bahkan pada beberapa kejadian, isi komentar lebih menarik dari isi tulisannya. Walaupun tulisan tersebut sudah dikategorikan sebagai tulisan lama. Nah loh?

Untuk yang terakhir tadi, mengapa bisa terjadi? Alasannya sederhana dan cuma satu, yaitu: himpunan komentator. Apa itu himpunan komentator? Disebut berada dalam sebuah himpunan komentator, bila dua atau lebih komentator memiliki satu pemahaman yang sama dalam mengomentari tulisan.

Nah, komentar yang ramai dan menarik bila suatu tulisan dikomentari oleh lebih dari satu himpunan komentator, apalagi antar himpunan komentator tersebut ada yang pro dan kontra.

Di media daring di Indonesia sendiri, topik-topik yang sangat menggoda untuk dikomentari oleh lebih dari satu himpunan komentator cukup banyak. Berikut di antaranya.

MotoGP. Biasanya himpunan komentator yang bertarung di dalam komentar disebut FB (Fan Boy). FB ini dikategorikan dua, yaitu untuk pembalap dan motor. FBR (Rossi) dan FBS (Stoner) adalah salah dua yang terbesar untuk kategori pembalap. FBY (Yamaha) dan FBH (Honda) adalah dua yang terbesar di kategori motor.

Sepakbola. Untuk kawasan Indonesia sendiri dua kubu yang paling sering saling serang adalah pro PSSI/IPL dan pro KPSI/ISL. Untuk kawasan luar tanah air, biasanya para fans klub-klub besar.

Telepon Pintar. Nah, ini pertarungannya antar FB iPhone kontra Android lawan BlackBerry versus Windows Phone sama Symbian. Tapi yang rame sih biasanya iPhone lawan Android.

Nah, bagaimana yang lain? Sampai saat ini baru tiga topik itu yang saya ketahui. Kalau pembaca ada yang tahu yang lainnya, kiranya sudi memberitahu. ツ

Kenapa PSSI/Timnas Sering Dicaci?

Jawaban pertanyaan di atas mudah saja. Terlepas dari berbagai alasan teknis yang sering dilemparkan. Jawabannya karena kebanyakan klub sepakbola yang sudah besar berada di luar PSSI. Tentu saja, klub besar memiliki basis massa supporter yang juga besar. Maka hal yang tidak aneh bila nanti di setiap komentar di dunia maya celaan kepada PSSI dan Timnasnya akan banyak ditemukan.

Lantas apa yang mengherankan dari fenomena celaan kepada PSSI/Timnas ini? Tidak ada yang aneh. Karena memang demikianlah sebuah gambaran fanatisme. Benar atau salah tidak membuat para fans berpikir tentang apa yang telah diperbuatnya.